Contoh Laporan Studi Kelayakan Bisnis UMKM: Panduan Lengkap untuk Pengusaha Pemula


Npabisnis.com - Dalam dunia usaha, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), melakukan studi kelayakan bisnis merupakan langkah penting sebelum memulai atau mengembangkan suatu usaha. Studi kelayakan bisnis bertujuan untuk menilai apakah sebuah ide bisnis layak dijalankan dari segi pasar, keuangan, operasional, dan hukum. Melalui laporan studi kelayakan bisnis yang lengkap, pengusaha bisa mengambil keputusan yang lebih tepat dan menghindari risiko kerugian di masa depan.

Artikel ini akan membahas secara detail tentang pengertian, tujuan, komponen, dan contoh laporan studi kelayakan bisnis UMKM yang bisa dijadikan referensi oleh para calon pengusaha.


Apa Itu Studi Kelayakan Bisnis UMKM?

Studi kelayakan bisnis adalah analisis mendalam untuk menilai potensi keberhasilan suatu usaha sebelum dijalankan. Studi ini dilakukan dengan melihat berbagai aspek penting seperti pasar, keuangan, manajemen, teknis, serta hukum. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa bisnis yang akan dijalankan benar-benar menguntungkan, realistis, dan berpotensi berkembang.

Bagi pelaku UMKM, studi kelayakan bisnis berperan besar dalam membantu mendapatkan pendanaan, baik dari investor maupun lembaga keuangan. Selain itu, laporan ini juga menjadi panduan dalam menjalankan bisnis agar tetap fokus pada tujuan awal.


Tujuan Studi Kelayakan Bisnis

Sebelum membahas contoh laporan, penting untuk memahami beberapa tujuan utama studi kelayakan bisnis UMKM:

  1. Menilai potensi keuntungan usaha.
    Studi kelayakan membantu memproyeksikan pendapatan dan pengeluaran sehingga dapat diketahui apakah bisnis akan memberikan keuntungan.
  2. Mengurangi risiko kerugian.
    Dengan analisis yang tepat, pengusaha dapat mengidentifikasi potensi hambatan dan mencari solusi sejak awal.
  3. Meyakinkan pihak investor atau bank.
    Laporan studi kelayakan yang lengkap menjadi bukti bahwa bisnis Anda telah direncanakan secara matang.
  4. Sebagai panduan operasional.
    Hasil studi kelayakan bisa dijadikan acuan dalam menjalankan bisnis agar tetap berjalan sesuai rencana.

Komponen Utama dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis UMKM

Sebuah laporan studi kelayakan bisnis biasanya terdiri dari beberapa bagian penting, yaitu:

  1. Ringkasan Eksekutif
    Bagian ini berisi gambaran singkat tentang ide bisnis, tujuan, dan hasil analisis kelayakan secara keseluruhan. Meskipun ditulis di awal, bagian ini biasanya disusun terakhir setelah semua analisis selesai dilakukan.
  2. Deskripsi Usaha
    Menjelaskan tentang jenis usaha, produk atau jasa yang akan dijual, serta keunggulan kompetitif dibandingkan pesaing. Misalnya, usaha minuman kopi kekinian dengan bahan lokal berkualitas.
  3. Analisis Pasar dan Pemasaran
    Bagian ini sangat penting untuk mengetahui seberapa besar permintaan pasar, siapa target konsumen, serta bagaimana strategi promosi dan distribusi yang akan digunakan.
    Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) juga bisa dimasukkan di sini untuk menilai kekuatan dan kelemahan usaha.
  4. Aspek Teknis dan Operasional
    Membahas hal-hal seperti lokasi usaha, peralatan yang digunakan, proses produksi, jumlah tenaga kerja, serta standar kualitas produk.
  5. Aspek Manajemen dan Sumber Daya Manusia
    Berisi struktur organisasi, tugas dan tanggung jawab setiap posisi, serta strategi perekrutan dan pelatihan karyawan.
  6. Aspek Keuangan
    Termasuk perhitungan modal awal, biaya operasional, proyeksi pendapatan, laba rugi, dan analisis balik modal (Break Even Point). Bagian ini menentukan apakah bisnis secara finansial layak dijalankan.
  7. Aspek Hukum dan Perizinan
    Mencakup legalitas usaha seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Nomor Induk Berusaha (NIB), serta izin lainnya sesuai bidang usaha.
  8. Kesimpulan dan Rekomendasi
    Merangkum hasil seluruh analisis dan memberikan saran apakah bisnis tersebut layak untuk dijalankan atau perlu perbaikan terlebih dahulu.

Contoh Laporan Studi Kelayakan Bisnis UMKM: Usaha Kopi “Kopi Nusantara”

1. Ringkasan Eksekutif

Kopi Nusantara adalah usaha minuman berbasis kopi lokal dengan konsep kedai kecil yang menyajikan cita rasa khas berbagai daerah di Indonesia. Target pasar utama adalah kalangan muda usia 18–35 tahun di kawasan perkotaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa bisnis ini memiliki prospek yang menjanjikan dengan potensi keuntungan stabil dalam dua tahun pertama.

2. Deskripsi Usaha

Kopi Nusantara akan menjual berbagai varian kopi seperti Gayo, Toraja, dan Kintamani dalam bentuk minuman siap saji dan biji kopi kemasan. Keunggulan utama adalah penggunaan bahan baku langsung dari petani lokal dengan harga terjangkau namun berkualitas tinggi.

3. Analisis Pasar

Tren konsumsi kopi di Indonesia meningkat setiap tahun, terutama di kalangan anak muda. Berdasarkan survei, 70% responden lebih memilih kopi lokal dengan harga di bawah Rp25.000 per gelas. Strategi pemasaran dilakukan melalui media sosial, program loyalitas pelanggan, dan kolaborasi dengan komunitas lokal.

4. Aspek Teknis

Lokasi usaha berada di pusat kota dekat area kampus dan perkantoran. Peralatan utama yang dibutuhkan meliputi mesin espresso, grinder, blender, dan perlengkapan barista lainnya. Produksi harian diperkirakan 150–200 gelas kopi per hari.

5. Aspek Manajemen

Struktur organisasi terdiri dari pemilik usaha, manajer operasional, kasir, dua barista, dan satu staf kebersihan. Pemilik bertanggung jawab atas pengadaan bahan baku dan strategi pemasaran.

6. Aspek Keuangan

Modal awal:

  • Sewa tempat: Rp30.000.000 per tahun
  • Peralatan: Rp25.000.000
  • Bahan baku awal: Rp5.000.000
  • Promosi dan perizinan: Rp5.000.000
    Total modal awal: Rp65.000.000

Proyeksi pendapatan bulanan:

  • Penjualan 150 gelas/hari × Rp20.000 × 30 hari = Rp90.000.000
    Setelah dikurangi biaya operasional, keuntungan bersih diperkirakan mencapai Rp15.000.000 per bulan. Dengan demikian, balik modal (BEP) dapat dicapai dalam waktu sekitar 5 bulan.

7. Aspek Hukum

Usaha ini terdaftar dengan NIB dan izin usaha mikro dari Dinas Koperasi dan UKM setempat. Produk telah memiliki sertifikat halal dan memenuhi standar kebersihan pangan.

8. Kesimpulan

Dari hasil analisis, usaha Kopi Nusantara layak untuk dijalankan. Potensi pasar luas, modal tergolong kecil, dan tingkat keuntungan cukup tinggi. Rekomendasi ke depan adalah memperluas jaringan distribusi dan memperkenalkan produk melalui platform digital untuk memperluas jangkauan pasar.


Penutup

Pembuatan laporan studi kelayakan bisnis UMKM bukan sekadar formalitas, tetapi langkah penting untuk memahami kekuatan dan tantangan usaha. Dengan analisis yang matang, pelaku UMKM dapat meminimalkan risiko dan memaksimalkan peluang keberhasilan.

Baik itu usaha kuliner, fashion, kerajinan, atau jasa, studi kelayakan bisnis menjadi fondasi penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan dan menguntungkan.

 


Share

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel