Kisah Juki Darmawan: Dari Kreator Konten Hingga Bisa Beli Rumah dan Mobil
npabisnis.com
Kisah Juki Darmawan: Dari Kreator Konten Hingga Bisa Beli
Rumah dan Mobil
Jakarta, Npabisnis.com – Ekonomi kreator atau creator
economy semakin menjadi salah satu sektor yang menjanjikan di Indonesia. Banyak
anak muda yang kini menjadikan media sosial sebagai sumber penghasilan utama.
Salah satu contohnya adalah Juki Darmawan, kreator digital asal Sukamara,
Kalimantan Tengah yang juga dikenal dengan nama panggung Ooh Darmawan.
Juki memulai karirnya sebagai content creator sejak tahun
2020. Dengan modal smartphone dan semangat belajar, ia konsisten membuat konten
di TikTok, Instagram, dan Facebook. Fokusnya adalah konten yang menghibur
sekaligus dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Konsistensi selama 5 tahun membuahkan hasil. Hingga
pertengahan 2026, Juki Darmawan berhasil mengumpulkan lebih dari 183 ribu
pengikut. Dengan rincian 94 ribu di Instagram, 56 ribu di Facebook, dan 33 ribu
di TikTok. Jumlah audiens ini menjadi nilai jual utama bagi para brand yang
ingin bekerja sama.
Menurut Juki, monetisasi di dunia digital tidak hanya datang
dari satu sumber. "Dulu saya kira cuma dari ads. Ternyata ada banyak. Ada
endorsement, paid promote, afiliasi, sampai tawaran jadi brand ambassador
UMKM," ujarnya.
Dari penghasilan sebagai kreator itulah Juki mulai membangun
aset. Ia berhasil membeli rumah dan mobil di Kalimantan. Ini membuktikan bahwa
profesi kreator digital bisa menjadi alternatif karir yang menjanjikan secara
finansial.
"Yang penting kita profesional. Kalau brand titip
pesan, kita sampaikan dengan jujur ke audiens. Jangan asal terima job,"
kata Juki yang beragama Kristen ini.
Pakar digital marketing menilai fenomena seperti Juki adalah
bukti bahwa bisnis bisa dimulai dari media sosial tanpa modal besar.
"Kreator dengan engagement bagus sekarang dilirik UMKM karena lebih
efektif dan biayanya lebih efisien dibanding iklan TV," ujar seorang
pengamat.
Kini Juki juga mulai membantu brand lokal di Kalimantan
untuk naik kelas melalui konten. Ia berharap ke depan semakin banyak anak
daerah yang berani masuk ke dunia creator economy.
"Intinya konsisten dan jaga kepercayaan audiens. Kalau
dua itu dijaga, rezeki pasti ngikut," tutup Juki Darmawan.